Beranda » Artikel Wisata » Mengenal Sedikit Tarian Sema, Tarian Sufi dari Turki

Mengenal Sedikit Tarian Sema, Tarian Sufi dari Turki

Wisata ke turki salah satu yang menarik perhatian tentunya keinginan untuk melihat tarian turki  unik yang satu ini. Tarian turki ini dikenal dengan tarian sufi disebut juga dengan tarian sema atau Whirling Dervishes. Tarian sema ini tidak hanya beputar seperti yang dilihat, akan tetapi memiliki keunikan serta kisahnya tersendiri dibalik tarian sufi ini. Tarian sufi ini ada sejak abad ke 13 dan diciptakan oleh Jalaluddin Rumi di wilayah Anatolia, Turki. Tarian sufi ini merupakan bentuk meditasi yang ditujukan untuk mencapai kesempurnaan iman, menghapus nafsu, ego serta hasratnya.

tarian turki

Tarian sufi pendekatan Spiritualitas

Tarian sufi atau tarian sema ini sendiri dibagi dalam empat bagian, pertama yaitu naat dan taksim merupakan bagian awal sebelum tarian dimulai dengan memberikan pujian kepada Rasullullah SAW. Barulah diikuti dengan alat musik flute yang menyimbolkan keterpisahan manusia dengan Tuhan. Kedua yaitu Devr-i Veled, yaitu para penari akan membungkuk satu sama lain sebagai bentuk pengakuan atas ruh yang telah ditiupkan barulah berlutut dan kemudian melepas jubah yang berwarna hitam. Barulah menuju ke tahap ke tiga dan keempat dimana para penari akan memberi salam dan akan mulai berputar mewakili bulan. Karena mereka akan berputar di luar Syekh atau pemimpin tarian yang mewakili matahari dan berposisi di tengah para penari. Para penari mulai berputar dengan bertumpu pada kaki sebelah kiri. Telapak tangan kanan menghadap keatas sebagai simbol menunjuk surga dan tangan kiri menunjuk tanah.

Proses ini menggambarkan pengenalan akan Tuhan, pengakuan keberadaan Tuhan serta kebersatuan dengan ciptaannya. Ketiga penyerahan diri dan yang terahir simbol perdamaian hati karena kesatuan illahi. Barulah ditutup oleh Taksim membaca Alquran dan doa yang dilakukan oleh Syekh.

tarian turki

Simbolisasi dalam Seragam Tarian sufi

Dilihat dari pakaian yang dipakai oleh para penari. Sebelum menari baju putih mereka seperti dibalut dengan jubah berwarna hitam. Hal ini melambangkan akan alam kubur dengan kain kafan, tentunya hal ini bermakna agar manusia selalu mengingat kematian. Kematian merupakan hal yang paling dekat dengan manusia dan cara paling ampuh untuk mengendalikan hawa nafsu serta ego duniawi. Sikke yang dikenakan sebagai penutup kepala memiliki makna yaitu lambang nisan para wali dan sufi di timur tengah.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.